12 Tentara Amerika Tewas Dalam Ledakan di Bandara Kabul Afghanistan

Diposting pada

detakSERAWAI.com – Serangan bom bunuh diri di bandara Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8/2021) adalah yang paling mematikan bagi militer Amerika Serikat dalam satu dekade terakhir di sana.

Serangan itu menewaskan 12 anggota militer AS, termasuk 11 marinir dan seorang petugas medis.

Korban tewas sedikitnya 60 orang, sebagian besar warga sipil Afghanistan yang hendak mengungsi ke negara lain.

Pada Agustus 2011, sebuah helikopter yang mengangkut anggota pasukan khusus Amerika ditembak jatuh oleh pasukan di Lembah Tangi, sekitar 97 kilometer dari Kabul.

Akibat tembakan itu, helikopter terjatuh dan menewaskan 30 tentara Amerika.

Amerika melakukan invasi militer ke Afghanistan pada akhir 2001 untuk memburu para pemimpin dan anggota al-Qaeda yang dituduh sebagai dalang serangan bunuh diri di sejumlah kota AS pada 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Serbuan Amerika membuat Taliban tersingkir dari pemerintahan dan melakukan perlawanan dari wilayah pegunungan. Amerika meyakini bahwa Taliban melindungi al-Qaeda, termasuk tokoh penting Osama bin Laden.

Pejabat pertahanan Amerika Serikat mengatakan serangan di bandara Kabul kemarin melibatkan dua pelaku bom bunuh diri yang diyakini anggota ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Menurut Jenderal Kenneth McKenzie, Kepala Pusat Komando Amerika Serikat (US Central Command) di Afghanistan, dua pelaku bom bunuh diri menargetkan bandara dan sebuah hotel di dekatnya.

Ledakan di bandara terjadi di pintu gerbang Abbey.

“Serangan di gerbang Abbey diikuti oleh sejumlah anggota ISIS lain yang melepas tembakan ke arah warga sipil dan pasukan militer,” kata McKenzie dalam jumpa pers melalui konferensi video.

“Untuk saat ini, yang kami ketahui 12 anggota militer AS terbunuh dalam serangan tersebut,” imbuhnya.(dikutip dr Beritasatu.com).