Bengkulu Selatan| Detakserawai Com- Berbagai macam cara diduga untuk mendapatkan keuntungan pribadi dalam penggunaan dana desa, salah satunya dengan mark up satuan harga setiap item pekerjaan.
Seperti dilakukan Pemdes Tanjung Tebat Kecamatam Bunga Mas dalam pengadaan terpal kolam lele yang menganggarkan dengan harga fantastis, yang diduga ada mark up.
Dimana pemdes tanjung tebat kecamatan bunga mas menganggarkan untuk 1 buah terpal kolam lele dipatok dengan harga Rp. 250.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah) ukuran 1 × 2 × 0,75 tipe A12. Sudah termasuk pajak.
” Iya kami beli 1 buah terpal ikan lele dengan harga Rp.250.000 sudah termasuk pajak, belinya di Lampung, untuk ukuran 1×2×0,75 tipe A12, sudah termasuk pajak”, ujar Alwis selaku Kades Tanjung Tebat diamini Sekdes, saat ditanya awak media.
Untuk memastikan harga terpal tersebut sesuai dengan harga pasaran, media detakserawai.com mencari informasi lewat goegle. Harga tersebut sangat berbanding terbalik saat kita hubungi penjual terpal kolam ikan lele yang beralamatkan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Untuk ukuran 1×2×0,75 Tipr A12 harganya Rp. 90.000 perunit dengan ongkos kirim Rp. 11.141/ kg, jelas penjual saat ditanya melalui pesan Whatshapp.
Dengan melihat perbandingan harga terpal yang terpaut jauh selisihnya, semakin jelas ada kecurigaan juga terhadap harga pembelihan bahan-bahan lainnya dalam pembuatan kolam ikan lele, seperti harga pakan ikan.
Kecurigaan ini berawal dari informasi dari warga setempat, bibit ikan lele yang dibagikan Pemdes Tanjung Tebat Kecamatan Bunga Mas, banyak yang mati.
Untuk kegiatan pembuatan kolam ikan lele ini, Pemdes Tanjung Tebat menggelontorkan Anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp. 129.000.000.(IW2002)
