Bengkulu Selatan| Detakserawai.com – Dengan adanya keluhan dan keresahaan masyarakat bengkulu selatan atas kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng (migor) dipasaran.
Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan, melalui Wakil Bupati, H. Rifai Tajuddin, akan melakukan operasi pasar dengan menjual minyak goreng dibawah Rp. 14.000 perliter.
” Sesuai dengan janji saya kemaren untuk menanggapi keluhan masyarakat atas kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng dipasar, kita akan lakukan operasi pasar dengan menjual minyak goreng dibawah 14.000/liter”, ungkap Wabup.
“,mudah-mudahan dapat sedikit membantu adiak sanak yang membutuhkan minyak goreng, dan juga dapat sedikit mengurai permasalahan kelangkaan dan mahalnya migor dipasar”,
“, Minyak goreng yang akan dijual sebanyak 8.000 liter, dan jumlah pembeli kita batasi sebanyak 2 liter perorang, untuki lokasi rencanya di sekundang, simpang kelutum, kayu kunyit”,
“, hal ini kita lakukan disamping unsur penyebarannya merata, juga untuk memenimalisir jangan terlalu banyak orang berkerumun dimusim covid-19″
” Kita lakukan operasi pasar ini hari Rabu, untuk lebih pastinya secara teknis kapan waktu dan lokasinya, kita rapatkan dulu sama forkopimda dulu, nanti kita akan beritahu”, Pungkas Wabup.
Langka Pemda Bengkulu Selatan menggelar Operasi Pasar dengan menjual migor dibawah HET, dengan jumlah cukup besar sangat bagus dan patut diapresasi.
Akan tetapi hendaknya jangan dilakukan sekali ini saja, paling tidak 2 minggu atau 3 minggu sekali dilakukan, dan secara kontinyu sampai migor ini normal kembali.
Disamping peran pemerintah, peran masyarakat juga diharapkan, seperti membeli migor hendaknya sesuai dengan kebutuhan atau sewajarnya, dan kalau memungkinkan buat migor sendiri dari kelapa.
Kalau hal ini dilakukan maka permasalahan minyak goreng akan cepat teratasi dan akan normal kembali.(IW2002).
