BENGKULU SELATAN | DetakSERAWAI.com – Dengan adanya surat permohonan bantuan yang ditujuhkan kepada orang tua murid kelas 7,8 dan 9, yang dikeluarkan oleh pengurus komite SMPN 1 Bengkulu Selatan (BS), dengan nomor surat: 08/KM/SMPN 1 BS/2021. Untuk keperluan pembelian meja sebanyak 59 meja dan 182 kursi.
Hal ini membuat Insan media dibawah bendera Ikatan Media Online Indonesia (IMO-I) Cabang Bengkulu Selatan turut prihatin.
Keprihatinan yang dilakukan oleh Ikatan Media Online (IMO) Kabupaten Bengkulu Selatan, dalam bentuk pengumpulan koin terhadap rekan-rekan sesama anggota IMO dan dilanjutkan dengan meminta sumbangan seikhlasnya kepada masyarakat.
Kegiatan bertempat didepan Sekretariat IMO Indonesia Cabang Bengkulu Selatan sampai ke Siimpang Tiga Rukis. Sabtu, 21/08/21.
Dikarenakan cuaca kurang mendukung, kegiatan ini hanya berlangsung kurang lebih satu jam, meskipun demikian masyarakat cukup postif menyambut kegiatan ini. Terbukti dalam waktu singkat sudah terkumpul koin Rp. 73.000.
Sumbangan yang telah dikumpulkan rencananya akan diserahkan pada hari senin ke SMP Negeri 1 Kabupaten Bengkulu Selatan, setidaknya dapat meringankan beban para Orang Tua/Wali Murid di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan.
Kepala Biro Advokatsi IMO Indonesia Cabang Bengkulu Selatan, Januari HS Simanjuntak, yang turut serta dalam kegiatan ini, dengan logat medan yang kental, menjelaskan,”Kami dari Ikatan Media Online Indonesia sangat prihatin dengan kejadian ini, dimana SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan merupakan salah satu sekolah tingkat pertama unggulan dan salah satu cerminan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bengkulu Selatani”.
“kita siap untuk mendukung SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan untuk mencari sumbangan tambahan asalkan jangan memberatkan orang tua murid. Agar proses keberlangsungan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan dapat berjalan dengan baik” tutup Jan.
“Sebenarnya, disamping memberatkan hal ini sudah dilarang oleh pihak kementerian pendidikan dan kebudayaan, dengan dikeluarkannya permendikbud No. 1 tatun 2021 pasal 27”, ungkap Lay sapaannya sehari-hari.
Diki selaku penggiat anti korupsi Kabupaten Bengkulu Selatan turut juga berbicara. dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh pihak Ikatan Media Online (IMO), menyatakan “Hendaknya pihak SMP 1 Bengkulu Selatan harus merasa malu dengan adanya aksi pengumpulan koin yang dilakukan oleh IMO dalam membantu SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan, sebab dana yang didapatkan setiap sekolah sudah lumayan besar, masa untuk mengatasi hal yang demikian masih memberatkan Wali Murid” tutur Diki.
Dia berharap pihak-pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Dinas Pendidikan dan DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan ikut serta dan hadir dalam memecahkan permasalahan yang ada di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan.
“Jangan sibuk membangun yang belum perioritas, karena sekolah SMPN 1 Negeri Bengkulu Selatan dari kejadian ini sangat jauh lebih membutuhkan, bukti Kursi dan meja saja kurang, jadi bagaimana anak didik belajar dengan sempurna” tutup Diki.[tim]
