Kades Keban Jati Berharap Jembatan Tanjung Karet Dapat Dibangun Kembali Dengan Lebih Baik

Diposting pada

Bengkulu Selatan, Detakserawai.com – Jembatan gantung  tanjung karet yang berada di desa keban jati kecamatan ulu manna merupakan jembatan sentra produksi yang penghubungkan warga untuk berladang, bersawah dan berkebun.

Namun jembatan yang dibangun tahun 2004 oleh pemerintah provinsi bengkulu mengalami rusak berat  akibat bencana banjir yang melanda tahun 2019. Sehingga akses warga untuk menuju kebun ataupun sawah hampir saja terputus, meskipun demikian warga masih ada yang tetap nekat melaluinya meskipun mempertarukan nyawa.

Kades keban jati, Ahmad Narjon saat ditemui diruangan kerjanya memaparkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali membuat proposal mulai tahun 2021 sampai 2025 untuk dilakukan perbaikan ke pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah kabupaten bengkulu selatan  namun tidak ada tanggapan dari pemerintah.

Meskipun demikian karena jembatan ini sangat diperlukan oleh warga, kami berinisiasi untuk memperbaikinya dengan cara swadaya dan itu sudah beberapa kali kami lakukan  semenjak rusak berat terkena banjir tahun 2019. Namun, syukur alhamdulillah tahun 2025 jembatan tanjung karet sudah diperbaiki meskipum hanya pergantian papan lantai dari bupati rifai saat baru menjabat dalam program seratus harinya.

“Tahun 2025 sudah diperbaiki saat bupati rifai baru menjabat dalam program seratus hari. Namun jembatan tersebut kini sudah rusak kembali, sudah banyak papan lantai jembatan yang lapuk”, ujar Narjon.

Untuk itu, kami meminta kepada Pemerintah daerah untuk dapat segera memperbaikinya. Jangan sampai menimbulkan korban jiwa karena masyarakat masih menggunakan jembatan tersebut untuk menuju  persawahan dan perkebunan.

“tahun ini sudah kami masukkan kembali proposal dengan harapan  jembatan ini dapat dibangun baru seperti tahun 2004 atau lebih baik lagi dan kalau bisa tidak usah direhab lagi. sehingga bisa mengangkut hasil produksi pertanian dan perkebunan dengan normal,”pungkas Narjon.(icang ho)