Bengkulu Selatan| Detakserawai.com- Pemerintah Desa (Pemdes) Kota Agung, Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan, menggelar penyuluhan bagi remaja putra dan putri untuk Pencegahan Pernikahan Dini. Minggu (12/10/2025).
Kegiatan penyuluhan tersebut, bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya usia ideal menikah dan dampak negatif dari pernikahan di bawah umur.
Dihadiri Kades Kota Agung M Refqi, Ketua BPD Lindarman dan Anggota BPD, Babinkamtibmas dan Babinsa.
Untuk Nara Sumbernya dari Puskesmas Kecamatan Seginim, BKKBN Kecamatan Seginim dan KUA Kecamatan Seginim. Sedangkan pesertanya remaja putra putri Desa Kota Agung yang masih dibawah umur.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kota Agung , M. Refqi dalam kegiatan tersebut mengatakan, penyuluhan pencegahan pernikahan usia dini, bagian dari upaya desa dalam mendukung pembangunan generasi sehat dan berkualitas.
Lanjutnya, memberikan informasi tentang risiko dan dampak pernikahan dini dari sisi kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi. Membantu remaja merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan sosial yang lebih baik sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
![]()
Dijelaskan Kades Refqi, remaja lebih fokus menyelesaikan pendidikan sehingga membuka peluang lebih besar untuk pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Dengan kesiapan emosional dan pengetahuan yang cukup, pasangan muda lebih mampu membina rumah tangga yang harmonis.
“Kami ingin anak-anak perempuan di desa ini punya masa depan yang cerah, tidak terhambat karena pernikahan dini,” ujar Kades.
Kades juga menambahkan, kegiatan penyuluhan akan menjadi agenda rutin desa dengan melibatkan pihak kesehatan, tokoh agama, dan keluarga serta remaja di Desa Kota Agung.
Dalam kegiatan ini, Kepala Puskesmas Seginim, M. Ali Sapran sebagai narasumber menyampaikan, bahwa perkawinan di usia dini memiliki dampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental, terutama bagi perempuan.
“Secara medis, tubuh remaja belum siap untuk mengandung dan melahirkan. Risiko komplikasi kehamilan, stunting pada anak, hingga kematian ibu melahirkan meningkat jika menikah di usia yang terlalu muda,” ungkap Ali.(Adv)
