Bengkulu Selatan| Detakserwai.com- Untuk mewujudkan serta menjalankan menuju Indonesia emas, Pemerintah Desa ((Pemdes) Penandingan Kecamatan Air Nipis, memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita.
Tujuan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita itu dengan harapan menciptakan generasi yang cerdas, pintar,serta berkualitas.
Pemerintah Desa Penandingan, Kecamatan Air Nipis menjalankan program asupan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita agar keduanya bisa sehat sampai ibu tersebut melahirkan dan tumbuh kembang balita bisa dipantau.
Kepala Desa Penandingan Yahudin mengatakan, kegiatan ini sengaja dianggarkan selama 12 bulan. Sehingga nantinya setiap bulannya untuk ibu hamil dan balita akan mendapatkan makanan tambahan. Yang jelas, kalau sudah dianggarkan janin yang ada sesuai medis pasti sudah melahirkan.
![]()
Dengan harapan, adanya makanan tambahan ini, untuk asupan gizi ibu hamil dan balita bisa terpenuhi. Akhir, tidak ada anak yang dilahirkan dalam keadaan stunting. Selain itu, kita juga mengimbau kepada ibu hamil dan yang memiliki balita setiap ada kegiatan yang dilaksanakan oleh Posyandu ataupun posbindu, kami harapkan bisa mengikutinya secara rutin,”papar Yahudin. Kamis, 8 Agustus 2024.
Mengapa hal itu harus rutin diikuti? Tujuannya, agar kedepannya, baik ibu hamil dan balita kondisinya bisa dipantau oleh tenaga kesehatan,serta mendeteksi dini kemungkinan – kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Dan diharapkan semuanya baik – baik saja. Sehingga dengan rutin mengikuti kegiatan Posyandu dan Posbindu tenaga kesehatan yang ada bisa melakukan tindakan kalau terjadi hal tidak diinginkan.
Pembagian makanan tambahan hari ini untuk bulan ke 7 dan 8
Kalau semua kegiatan Posyandu dan Posbindu sudah diikuti,dengan kondisi yang ada ditengah masyarakat ibu hamil tersebut bisa melahirkan secara normal. Dan ciri – ciri stunting untuk 1000 hari pertama kehidupan anak bisa terpantau dengan baik untuk mencegah terjadinya stunting.
Yang pasti masyarakat bisa merasakan makanan yang bergizi setiap bulannya. Kalaupun kondisi masyarakat yang benar-benar benar tidak mampu memenuhi kebutuhan makanan yang bergizi, dengan pemenuhan gizi ini diharapkan juga angka kemiskinan bisa menurun,”pungkas Yahudin. (Adv/iw2002).
