Bengkulu Selatan| Detakserawai.com- Pemerintahan Desa (Pemdes) Tanjung Aur Kecamatan Bunga Mas Telah Melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Hasil Pemutakhiran Data SDGS Tahun 2024, bertempat di Aula Kantor Desa. Selasa, 28 Oktober 2024.
Acara dibuka oleh Camat Bunga dan Musyawarah desa ini dipimpin langsung kades Tanjung Aur, Sidarhan. Adapun yang hadir ketua BPD beserta anggota, babinsa, bhabinkamtibmas, bhabinpotmar, koramil manna dan warga desa tanjung aur.
Materi pembahasan Musyawarah desa dalam penetapan hasil pemutakhiran data SDGs Tahun 2024 diantaranya meliputi data lokasi desa, pemerintahan desa, musyawarah desa, regulasi, APBDes, aset desa, layanan, kerjasama, lembaga kemasyarakatan desa, BUMDes, unit usaha BUMDes, insfrastruktur dan lainnya.
Menurut kades sidarhan bahwa tujuan musyawarah desa hari ini dalam rangka Penetapan Hasil Pemutakhiran Data SDGS Tahun 2024 di Desa Tanjung Aur.
“,Adapun kegunaan Pemutakhiran Data SDGS tahun 2024 ini untuk mengetahui data lebih akurat dan terkini, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan desa”, Kata Kades.
“, SDGs merupakan program pemerintah untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa secara berkesinambungan dan menjaga keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat didesa. Selain itu, program ini bertujuan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan melakukan pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang bisa menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi selanjutnya”, pungkas kades
Setelah dilakukan pembahasan dan diskusi terhadap materi, selanjutnya penetapan hasil pemutakhiran data SDGs Desa Tanjung Aur Tahun 2024.
Dengan selesainya dan telah ditetapkannya hasil pemutakhiran data SDGs Desa Tahun 2024, diharapkan tujuan pembangunan berkelanjutan dapat segera diimplementasikan. Sehingga pembangunan desa berkelanjutan dalam upaya mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa peduli kesehatan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli pendidikan, desa ramah lingkungan dan desa tanggap budaya dapat tercapai sesuai harapan.(Adv/Iw2002).
