Bengkulu Selatan| Detakserawai.com – Dengan adanya Rehabilitas Ruang Kelas, maka kepala sekolah dan dewan guru punya inisiatif proses belajar mengajar tetap seperti biasanya. Meskipun dibawah tenda terpal dan menggunakan perlengkapan seadanya. Hal ini dilakukan agar anak-anak murid tidak ketinggalan mata pelajarannya.
Saat penyambangi awak media, Kepala SD 114 BS, Lihin, mengatakan, untuk kegiatan belajar mengajar anak murid kami menyediakan tenda di halaman sekolah. Inisiatif ini kami ambil agar semuanya bisa berjalan, proses perehaban tetap bisa dijalankan dan kegiatan belajar juga tidak terganggu,” tuturnya
Sedangkan untuk proses pembangunan saat ini sudah diperkirakan 50 persen, semoga saja bila tidak ada halang dan rintangan, pekerjaan rehab ini akan selesai tepat waktu,” ungkap Lihin, Senin 10/10/2022.
Terkait adanya pemberitaan yang kurang sedap beberapa hari yang lalu berhubungan dengan penggunaan material pasir pantai, kepala sekolah, Lihin, memberikan penjelasan,” memang ada tumpukan pasir pantai tapi belum digunakan. Saya sudah perintahkan kepada yang punya armada angkutan, untuk mengambil kembali pasir tersebut. Karena saya tidak pernah memasan pasir pantai tetapi di dalam perjanjian saya minta pasir sungai dari kuari atau galian C yang memiliki izin resmi dan masih belaku”, ungkap Lihin
Lanjut Lihin, “Pada dasarnya kami ini bukanlah orang teknis jadi apabila ada pesanan yang tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan atau kami pesan, itu bisa dikategorikan suatu penipuan. Namun berhubung pihak penyedia bersedia menariknya kembali dan barang tersebut memang belum kami gunakan jadi kesalah pahaman ini bisa kami maafkan”.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada awak media yang sudah membantu terlaksananya pekerjaan ini dengan cara mengingat kami, semoga saja dengan adanya pengalaman seperti ini, kami akan semakin mengerti untuk kedepanya. Dan pekerjaan akan kami jalankan sesuai dengan prosedur,” pungkas kepala sekolah.
Dari 17 miliar lebih Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2022 di bengkulu selatan, dari pantauan awak media dibeberapa sekolah rata rata pekerjaan sudah mencapai di atas 30 persen yang sudah berjalan. (IW2002).
