Setelah Hearing Dengan IMO, Kepsek SMPN 1 BS Menolak Sumbangan Komite

Diposting pada

BENGKULU SELATAN|

detskSERAWAI.com —  Kepala SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan akhirnya menolak sumbangan dari pihak komite sekolah yang dikumpulkan dari para orang tua siswa.

Penolakan itu disampaikannya saat menggelar hearing  belasan anggota dan pengurus DPC IMO-Indonesia Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Saya putuskan menolak sumbangan dari komite sekolah, dan sudah saya buatkan pernyataan tertulis,” tegas Kepala Sekolah, Liasrawati MPd, Kamis (26/8/21).

Beberapa menit sebelumnya, para juru bicara hearing memberondong Liasrawati dan Ketua Komite SMPN 1 Roy Marten SE dengan serentetan pertanyaan.

Umumnya, para owner media online itu mempertanyaan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) beberapa tahun terakhir. Kemudian berlanjut mempertanyakan dasar hukum permintaan sumbangan kepada para orang tua dan wali siswa.

Anggota Dewan Pembina DPC IMO, Ichang Ho yang ditunjuk sebagai salah satu juru bicara sempat beberapa kali menyerempet pernyataan Roy Marten yang dinilai melebihi kewengannya sebagai ketua komite.

“Inti maksud kedatangan kami ke sini adalah mendesak pihak sekolah dan komite membatalkan permintaan sumbangan itu,” timpal Sekretaris DPC IMO, Erwan Mursidi, SPt.

Bagi dana yang sudah terlanjur terkumpul, alumni SMPN 1 ini minta segera dikembalikan utuh.
“Dana BOS ‘kan ada, kenapa tidak direncanakan lebih awal. Jangan beralasan mendadak segala. Kalau terlalu melebar (alasannya-red), urusan ini kalau tidak selesai akan  kita bawa ke ranah hukum, ada atau tidak unsur pidananya kita serahkan kepenegak hukum ,” pungkasnya.

Dikawal belasan personel polisi, gabungan Polres Bengkulu Selatan dan Polsek Kota Manna, hearing berjalan tertib dan lancar.(Tris)