Bengkulu Selatan| Detakserawai.com– Isu kurangnya transparansi di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Bengkulu Selatan mencuat setelah terungkap bahwa Kepala Sekolah setempat tidak mengetahui secara rinci hasil panen sawit yang dihasilkan setiap bulan maupun setiap tahunnya. Padahal, kebun sawit sebanyak 30 batang yang dikelola sekolah tersebut diketahui merupakan salah satu aset produktif yang selama ini menjadi sumber pemasukan tambahan.
Anehnya, Kepala Sekolah dan bendahara yang menangani sawit tersebut tidak pernah mencatat berapa hasil setiap panen dan total satu tahunnya berapa selama masa menjabat dari Tahun 2021 hingga 2025. Tentu dengan tidak transparannya pendapatan dan pengeluaran keuangan tersebut, sudah barang tentu diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum, yang seharusnya hasil sawit itu digunakan untuk kelancaran dan kepentingan untuk sekolah.
Dalam wawancara singkat, Kepala Sekolah mengaku belum pernah menerima laporan tertulis atau rincian keuangan mengenai hasil sawit tersebut. “Saya tidak mengetahui berapa banyak hasil sawit setiap bulan ataupun setahun. Semua itu biasanya dikelola oleh bendahara,” ujarnya singkat.
Tak hanya itu, penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pun menjadi sorotan. Kepala Sekolah tidak dapat menjelaskan secara rinci alokasi dana BOS yang telah digunakan selama tahun ajaran berjalan.
Permasalahan lain yang ikut mencuat adalah soal tenaga honorer. Dalam dokumen resmi sekolah, hanya dua tenaga honorer yang tercantum, sementara dua lainnya yang diketahui aktif mengajar tidak tercatat dalam laporan. Hal ini memunculkan dugaan adanya ketidakterbukaan administrasi di lingkungan sekolah tersebut.
Sejumlah pihak berharap Dinas Pendidikan setempat segera turun tangan untuk melakukan audit dan klarifikasi. “Kami sebagai orang tua ingin sekolah dikelola secara jujur dan terbuka, terutama jika berkaitan dengan keuangan dan tenaga pengajar,” ujar salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Dengan terbitnya berita ini, upaya mengkonfirmasi pihak Dinas terkait sedang diupayakan.(Andi)
