Warga Kecewa Dengan Petugas Puskesmas M. Taha, Lantaran Tidak Jadi Divaksin

Diposting pada

Bengkulu Selatan| Detakserawai.com – Belasan warga yang ingin melakukan vaksin covid-19  baik tahap pertama dan   kedua, dengan jenis vaksin yang berbeda-beda, di Puskesmas M. Taha Kecamatan Pasar Manna, merasa kecewa, lantaran pihak puskesmas tidak jadi melaksanakan Vaksinasi sesuai dengan harapan mereka, Kamis (10/3/22).

Padahal warga sudah berjam-jam menunggu, ada yang datang mulai pukul 8 pagi, sampai pukul 10.30 belum juga ada tanda-tanda untuk dilaksanakan vaksinasi.

“, Kami dari jam 8 pagi tadi sudah datang kesini, kini sudah pukul 10.30 belum juga dipanggil, saya tanyakan dengan petugas, katanya tunggu aja, belum nyampai kouta, jadi kami menunggu sampai kini, kalau sebentar lagi tidak juga dipanggil, saya akan pergi untuk jemput anak sekolah”. Ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Setelah pihak media detakserawai.com konfermasi dengan petugas mengenai mekanisme vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi bisa dilaksanakan bila sudah mencukupi kouta, satu ampul vaksin untuk 10 orang.

“,kita bisa laksanakan vaksinasi apabila sudah ada 10 orang yang mau divaksin,  karena untuk 1 ampul itu jatah 10 orang, kalau nggak nyampai 10 orang maka sisa vaksin itu nggak bisa lagi digunakan, jadi mubazir”, ungkap petugas

“,kalau nggak hari ini, besok datang lagi, kalau besok nggak juga cukup orangnya, datang lagi besoknya lagi, atau bisa tanyakan ke puskesmas yang lain, siapa tahu bisa”, kata petugas memberikan penjelasan tanpa ada solusi yang diharapkan.

Karena merasa belum puas dengan jawaban petugas, pihak media mencoba konfermasi dengan dokter M. Taha, dr. Yozi, jawabannya hampir sama dengan jawaban petugas.

Menurut dr. Yozi, kita akan laksanakan vaksinasi apabila sudah ada 10 orang yang mau divaksin, karena satu ampul itu jatah untuk 10 orang, kalau nggak nyampai 10 orang maka sisa vaksin tidak bisa digunakan.

Untuk pendaftaran hari ini jam 11.00 sudah tutup, apabila belum mencukupi maka vaksinasi tidak bisa kita laksanakan, bagi warga yang sudah mendaftar dan belum divaksin, besok kita hubungi lewat telepon, kalau besok belum cukup juga maka besoknya kita hubungi, dan begitu seterusnya”, jelas Yozi.

Mungkin sepi hari ini dikarenakan kemaren kita sudah melaksanakan vaksinasi masal, mudah-mudahan beberapa hari kedepan bisa kita laksanakan vaksin, pungas Yozi.

Dengan kejadian ini, Sekretaris DPD JPKP BS, Erwan Bas, menanggapi, menurutnya, hal yang seperti ini tidak perlu terjadi, karena untuk mempercepat target vaksinasi merupakan agenda pemerintah pusat dan tanggungjawab kita bersama untuk dilaksanakan, seharusnya petugas mencarikan solusi yang lebih baik lagi.

Misalkan jalin komunikasi antar petugas vaksin Puskesmas yang berdekatan. Seandainya dipuskesmas M. Taha ada 3 orang yang mau vaksin, kalau ada komunikasi baik dengan puskesmas terdekat, seperti puskesmas kota manna ada 3 orang dan puskesmas kayu kunyit 4 orang, ungkap Erwan.

Dari 3 Puskesmas itu sudah mencukupi 10 orang, petugas bisa saja menyuruh warga kesalah satu puskesmas untuk dilakukan vaksinasi, lanjut Erwan.

Atau ada solusi lain yang bisa petugas berikan, agar dapat lebih mempermuda warga mendapatkan pelayanan vaksin, kata Erwan

Kita tahu petugas medis dan paramedis sudah berupaya dengan baik untuk melaksanakan vaksinasi ini, akan tetapi jangan sampai juga warga terkatung berhari-hari untuk vaksin, sehingga meninggalkan pekerjaan mereka, ungkap erwan.

Ditakutkan terjadi apatis bagi warga karena hal seperti ini, ujung-ujungnya juga warga yang disalahkan dan dirugikan, dikatakan tidak mendukung program perintahlah, dan kalau tidak divaksin warga dipersulit dalam urusan administarasi negara, lanjut Erwan.

Untuk itu diharapkan kedepannya, kepada petugas medis dan paramedes agar bekerja lebih baik lagi sehingga warga merasa terlayani dengan baik, pungkas Erwan.(IW2002).