Antrian Mengular di SPBU, Bupati BS Terkesan Mengabaikan, Elbas Bersuara

Diposting pada

Bengkulu Selatan| Detakserawai.com – Dengan Mengularnya anttian panjang pengisian BBM di setiap SPBU Bengkulu Selatan kurun waktu 3 bulan terakhir, Pemandangan yang setiap hari dapat dilihat apabila kekota manna.

Pemilik ratusan kendaraan mobil dan motor dengan terpaksa mengikuti antrian dengan menunda pekerjaannya, demi untuk mendapatkan BBM bersubsidi yang tidak gratis, dibeli dengan harga yang sudah naik sekarang, untuk pertalite 10.000 dan bio solar 14.500 rupiah, yang pengisiannya juga dibatasi.

Meskipun demikian, Pemda BS terkesan mengabaikan dan acu tak acu, belum ada tindakan yang kongkrit dan nyata untuk menyelesaikan persoalan ini.

Pihak Polres Bengkulu Selatan dalam kurun 2 bulan terakhir bekerja sendirian, sudah mencoba untuk meminimalisir antrian panjang di SPBU.

Hal ini patut dikasih apresiasi, bahkan untuk menunjukan keseriusannya, pada hari selasa 13 September 2022 Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP. Juda Trisno Tampubolon, SH. SiK. Mh, mengundang berbagai stakeholder mulai dari Kodim, DPRD, Dinas Perindag, Dinas Perikanan Dinas Sosial, Manejer SPBU, Ormas, LSM dan Mahasiswa. Salah satu ormas yang hadir Elbas yang diwakili Erwan Bas dan Ikshanudin ( Ichang ho).

Udangan tersebut Dalam rangka kegiatan Focus Group Discusion(FGD) yang bertema “, Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM Untuk Menciptakan Kamtibmas Yang Kondusif Di Polres Bengkulu Srlatan”, salah satunya bahan diskusi untuk mencarikan solusi bagai mana mengurai antiran panjang pengisian BBM di SPBU.

Meskipun sudah diadakan Kegiatan FGD, ternyata hari ini Rabu 14 September 2022 tidak ada perubahan yang signifikan, antrian panjang masih tetap terjadi di SPBU.

Padahal menurut Radius Manejer SPBU Ibul dan Tanjung Raman, kouta masing-masing SPBU sudah ditambah 2 kali lipat mulai hari ini, untuk SPBU Tanjung Raman Pertalite semula 8 ton sekarang 16 ton perhari, SPBU Ibul Pertalite Semula 16 ton sekarang 24 ton perhari, dan SPBU Kutau Pertalite Semula 16 Ton sekarang 24 Ton perhari.

Menurut perwakilan salah satu ormas ELBAS ( Elemen Aktivis Masyarakat Bengkulu Srlatan), Erwan Bas, yang diundang saat acara FGD, dengan penambahan kouta sebanyak itu saya kira cukup bahkan berlebih untuk kebutuhan setiap hari kendaraan di Bengkulu Selatan yang menggunakan pertalite.

Namun tidak cukup dengan penambahan kouta untuk menormalkannya, agar tidak ada oknum-oknum yang bermain, harus tetap di bentuk tim yang dimotori oleh Pemda BS yang terdiri dari Sarpol-PP, Kabag Ekonomi, Dinas Diprindakop, Polres, TNI, Ormas dan Mahasiswa. Yang SK nya langsung ditanda tangani Bupati Bengkulu Selatan, Ujar Erwan.

Tugas Tim untuk melakukan Pengawasan disetiap SPBU dan melakukan rahazia bagi pedagang pengecer yang berjualan terlalu dekat dengan SPBU dan menjual terlalu tinggi dari harga penjualan di SPBU, lanjut Erwan.

Kemudian Bupati BS, mengeluarkan Surat Edaran untuk harga eceran tertinggi misalkan untuk pertalite 11.000 atau 11.500 rupiah dan melarang penjualan bbm eceran dekat dengan SPBU, dan tidak boleh menyimpan BBM lebih dari 75 liter setiap pedagang pengecer, ungkap Erwan.

Dan satu lagi tolong untuk jalur pengisian BBM dikembalikan kesemula sebelum terjadi antrian panjang, untuk mobil 2 jalur dan motor 1 jalur khusus untuk pengisian pertalite, kata Erwan, yang juga sudah mengusulkan saat diskusi di acara FGD di Polres BS kemaren.

Pembentukan tim pengawasan ini dulu sering dilakukan pada saat kenaikan BBM, langkah yang egektif dilakukan pemda BS untuk menormalkan kembali pengisian di SPBU, kalau kenaikan BBM pasti antri panjang sejak 2006, pungkas Erwan. (Iw2002).