Pemdes Ketaping  Mengajukan Usulan Pembangunan Jembatan Penghubung Antar Dusun Kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selata

Diposting pada

Bengkulu Selatan, Detakserawai.com – Pemerintah Desa Ketaping, Kecamatan Manna, mengajukan usulan pembangunan jembatan penghubung antar dusun kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Usulan tersebut ditujukan kepada Bupati dan Wakil Bupati sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan.

Jembatan yang direncanakan akan menghubungkan Desa Ketaping melalui jalur Perumnas Ketaping menuju Dusun Tanjung Kurung. Infrastruktur ini diharapkan menjadi bagian dari program pembangunan daerah, termasuk program jembatan perintis, yang berfokus pada peningkatan akses antarwilayah serta penguatan ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Ketaping, Aprino Maryogi, menyampaikan bahwa kondisi geografis antara Desa Ketaping dan Dusun Tanjung Kurung saat ini masih cukup sulit diakses, sehingga memerlukan waktu tempuh yang lebih lama bagi masyarakat dalam beraktivitas.

“Pemerintah desa bersama masyarakat sangat berharap pembangunan jembatan ini dapat segera direalisasikan, baik melalui pemerintah daerah maupun pusat,” ujar Aprino, Sabtu (24/05/2026).

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mobilitas warga, efisiensi waktu perjalanan, serta pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan masyarakat setempat.

Selain itu, jembatan penghubung juga dinilai dapat membuka isolasi wilayah yang selama ini terhambat oleh kondisi alam, termasuk aliran sungai dan keterbatasan infrastruktur penyeberangan.

Lebih lanjut, Pemdes Ketaping menilai pembangunan jembatan juga akan memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat, seperti kemudahan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, serta fasilitas umum lainnya. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi dampak banjir di kawasan permukiman sekitar.

“Jika jembatan ini terbangun, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat, mulai dari peningkatan pendapatan hingga kemudahan akses layanan publik,” tambahnya.

Pemerintah desa berharap usulan ini dapat menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah ke depan.***