Kades Jukan: Petani di Desa Kota Bumi Baru mengharapkan Bantuan Mesin Pengering Gabah dari Dinas Pertanian BS

Diposting pada

Bengkulu Selatan, Detakserwai.com – Dalam upaya menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan saat ini kebutuhan petani akan mesin pengering padi pascapanen sangat diperlukan. Guna meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen di wilayah tersebut.

Proses pengeringan manual yang masih dominan dilakukan petani menyebabkan gabah rentan terhadap perubahan kualitas. Kelembaban yang tidak terkontrol serta paparan lingkungan luar saat pengeringan dapat merusak gabah. Situasi ini menghambat petani untuk menjual hasil panen mereka dengan harga yang layak dan memenuhi standar pasar.

Hal ini senada dengan penyampaian kades Kota Bumi Baru, Jukan saat diwawancara. Bahwa Keberadaan alat pengering gabah padi dryer sangat diperlukan bagi petani di desa kota bumi Baru, seginim.

Menurut jukan,” kalau musim hujan, biasanya petani bingung mau menjemur gabah. Kadang belum kering sudah lembab atau berjamur. Kalau hanya mengandalkan panas matahari untuk proses pengeringan, dengan kondisi cuaca yang sering berubah-rubah membuat hasil pengeringan tidak maksimal, sehingga kualitas gabah kurang baik.

“Kalau tanpa mesin hanya mengandalkan panasnya matahari untuk proses pengeringan, kalau mendung atau hujan, disampinng merepotkan juga hasilnya kurang maksimal. Seandainya ada mesin dryer maka kami yakin sangat terbantu karena hasilnya lebih stabil dan benar-benar kering sehingga kualitas gabah menjadi bagus. Dengan kualitas bagus biasanya harganya lebih tinggi”, lanjut kades.

Untuk itu saya selaku kepala desa kota bumi menyampaikan aspirasi petani sangat mengharapkan sekali kepada dinas pertanian bengkulu selatan (BS) untuk dapat memberikan bantuan mesin pengering gabah di desa kami ini, pungkas jukan. (Adv/Iw2002)